A. Pemanfaatan Media dalam Perpustakaan
Pemanfaatan media yang di perpustakaan harus diarahkan untuk mencapai misi pelayanan yang meliputi pelayanan program pendidikan, informasi, kebudayaan, hobi, dan reksreasi. Pemanfaatan media memiliki beberapa tujuan yaitu untuk memotivasi perilaku tertentu, menyampaikan informasi dan pembelajaran.
B. Medium Audio
Program kaset audio merupakan salah satu medium yang relatif mudah diproduksi, namun demikian diperlukan persiapan yang matang. Produksi program kaset audio dapat melakukan melaui cara yang sederhana sampai cara yang komplek.
C. Medium Transparansi sebagai Medium yang diproyeksikan
Artinya bahwa untuk menggunakan media transparansi ini diperlukan sebuah proyektor yang berfungsi sebagai alat untuk memproyeksikan gambar ke layar.
D. Medium slide
Program slide yang efektif mampu mngekomunikasikan informasi kepada pemirsa dengan cara adanya proses perencanaan yang meliputi bebrapa tahap. Tahap tersebut ialah: tujuan yang akan dicapai, karakteristik pemirsa, isi pesan& informasi, unsur gambar ( visual) yang akan ditayangkan, unsur suara(audio) yang akan menyertai.
E. Medium Video
Medium video telah lama digunakan sebagai sarana alternatif untuk memperoleh informasi dan pengetahuan bagi pengguna jasa perpustakaan. Dalam memproduksi sebuah video diperlukan beberapa tahap, antara lain: perumusan gagasan, penulisan naskah dan story board, perekaman gambar ke dalam pita video, perekaman suara yang terdiri dari narasi, musik, dan efek suara, penyuntingan gambar dan suara, penggandaan program.
F. Medium yang Tidak Diproyeksikan
Medium ini meliputi gmbar diam, bahan-bahan grafis, realia, model. Medium ini dapat dimanfaatkan untuk mengkomunikasikan informasi. Medium yang tidak dapat diproyeksikan ini relatif murah jika dibandingkan dengan bahan visual yang diproyeksikan.
G. Medium 3 Dimensi
Media yang dimaksud adalah realia, model, diorama, multimedia kit, games(permainan), dan simulator/simulasi.
· Realia adalah salah satu medium yang digunakan sebagai alat penyampai informasi yang berupa benda atau objek yang sebenarnya (asli). Contoh: koin, spesies tumbuhan, mesin, peralatan.
· Model adalah benda-benda pengganti yang fungsinya ditujukan untuk menggantikan benda sebenarnya. Contoh: globe/ bola dunia.
· Diorama adalah sebuah pameran statis atau diam yang didesain untuk menyampaikan informasi tentang kejadian nyata yang terjadi di masa lalu atau sekarang atau menggambarkan masa yang akan datang dalam bentuk tiga dimensi.
· Multimedia kit adalah medium yang bisa diraba, dilihat, didengar, dan yang dapat diamati melalui panca indera manusia.
· Simulasi adalah suatu bentuk sederhana dari potongan peristiwa dalam kehidupan nyata.
H. Medium Cetak
Medium cetak dibagi menjadi tiga jenis yaitu sebagai alat bantu belajar, bahan pelatihan, dan bahan informasi.
I. Penyimpanan dan Pemeliharaan Media& Alat-Alat Penunjangnya
Pada prisipnya ada dua sistem yang dapat diimplementasikan terhadap media informasi di dalam perpustakaan:
· Sistem akses terbuka, sistem di mana semua pengguna perpustakaan bisa mengakses dan menggunakan setiap koleksi yang ada.
· Sistem akses tertutup, sistem di mana koleksi yang ada hanya bisa diakses oleh staf perpustakaan.
Dalam menyimpan dan memelihara media informasi akan timbul berbagai masalah yang disebabkan oleh keanekaragaman media informasi yang ada. Oleh karena itu perhatian khusus harus diberikan pada faktor kerusakan, kehilangan, keamanan, dan lain sebagainya.
ROMDLONATUZZULAICHOH
Selasa, 15 November 2011
ALAT-ALAT TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Alat-alat dalam Teknologi Pendidikan
Dalam rangka kegiatan pendidikan ada beberapa media yang dipergunakan, mulai yang sederhana sampai pada yang canggih. Alat tersebut siantaranya:
1. Papan tulis
2. Bulletin Board dan Display: digunakan untuk memperlihatkan pekerjaan siswa, disamping itu alat ini dapat digunakan sebagai tempat pengumuman kelas, merangasang inisiatif kreativitas, menambah kecakapan artistik, dll.
3. Gambar dan Ilustrasi Photography; gambar ini bersifat konkret, tidak terbatas pada ruang dan waktu.
4. Film
5. Slide dan Film Stripe
6. Rekama Pendidikan
7. Radio [endidikan
8. Televisi Pendidikan
9. Peta dan Globe
10. Buku pelajaran
11. Overhead Projector
12. Tape recorder
13. dll
Dalam rangka kegiatan pendidikan ada beberapa media yang dipergunakan, mulai yang sederhana sampai pada yang canggih. Alat tersebut siantaranya:
1. Papan tulis
2. Bulletin Board dan Display: digunakan untuk memperlihatkan pekerjaan siswa, disamping itu alat ini dapat digunakan sebagai tempat pengumuman kelas, merangasang inisiatif kreativitas, menambah kecakapan artistik, dll.
3. Gambar dan Ilustrasi Photography; gambar ini bersifat konkret, tidak terbatas pada ruang dan waktu.
4. Film
5. Slide dan Film Stripe
6. Rekama Pendidikan
7. Radio [endidikan
8. Televisi Pendidikan
9. Peta dan Globe
10. Buku pelajaran
11. Overhead Projector
12. Tape recorder
13. dll
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai.[1] Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia.
Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Teknologi pendidikan/teknologi pembelajaran adalah suatu disiplin/bidang (field of study)
b. Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah (1) untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran; dan (2) untuk meningkatkan kinerja
c Teknologi pendidikan/pembelajaran menggunakan pendekatan system (pendekatan yang holistic/komprehensif, bukan pendekatan yang bersifat parsial).
c. Kawasan teknologi pendidikan dapat meliputi kegiatan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan,pengelolaan, implementasi dan evaluasi baik proses-proses maupun sumber-sumber belajar.
d. Yang dimaksud dengan teknologi dalam teknologi pendidikan adalah teknologi dalam arti luas, bukan hanya teknologi fisik (hardtech), tapi juga teknologi lunak (softtech)
e. TP adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia
Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Teknologi pendidikan/teknologi pembelajaran adalah suatu disiplin/bidang (field of study)
b. Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah (1) untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran; dan (2) untuk meningkatkan kinerja
c Teknologi pendidikan/pembelajaran menggunakan pendekatan system (pendekatan yang holistic/komprehensif, bukan pendekatan yang bersifat parsial).
c. Kawasan teknologi pendidikan dapat meliputi kegiatan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan,pengelolaan, implementasi dan evaluasi baik proses-proses maupun sumber-sumber belajar.
d. Yang dimaksud dengan teknologi dalam teknologi pendidikan adalah teknologi dalam arti luas, bukan hanya teknologi fisik (hardtech), tapi juga teknologi lunak (softtech)
e. TP adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur, gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia
Rabu, 26 Oktober 2011
BAB IV
BAB IV
DESAIN-DESAIN INTRUKSIONAL
Desain interaksional tersusun dari dua kata yaitu “ desain” dan instruksional, desain atau pola rencana pendahuluan. Sedangkan instruksional berarti pengajaran. Desain intruksional adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar serta pengembangan teknik mengajar dan materi pengajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut termasuk di dalamnya paket pelajaran kegiatan uji coba, revisi dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar.
Desai instruksional atau pembelajaran adalah membantu seseoarang untuk belajar, dan merupakan sistem. Menurut Briggs, sistem adalah rencana kerja yang terpadu dari semua komponen sistem yang dirancang untuk memecahkan suatu masalah/memenuhi kebutuhan tertentu. Sebuah sistem mempunyai ciri-ciri :
1. mempunyai tujuan
2. tujuan tersebut dapat dijabarkan ke dalam fungsi-fungsi
3. mempunyai komponen untuk menjalankan fungsi tersebut
4. sistem di kelilingi oleh sistem yang lain (tidak berdiri sendiri)
5. sistem selalu menjalankan proses informasi
6. komponen sistem saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain
7. sistem mempunyai mekanisme umpan balik
8. sistem bersifat relatif, sebab bergantung kepada situasi/lingkungan
A. Model Pengembangan Instruksional Briggs
Model pengembangan instruksional Briggs ini berdasarkan pada prinsip keselarasan anatar :
1) Tujuan yang akan dicapai (mau kemana?)
Dalam langkah ini Briggs menggunakan pendekatan bertahap yaitu: mengidentifikasi tujuan kurikulum secara umum dan luas, menentukan prioritas tujuan, mengidentifikasi kebutuhan kurikulum baru dan menentukan prioritas remidialnya.
2) Strategi untuk mencapainya (dengan apa?)
Dengan cara menyiapkan evaluasi hasil belajar, menentukan jenjang belajar dan strategi instruksional, rancangan instruksional (guru), dan dengan strategi instruksional.
3) Evaluasi keberhasilannya (bilamana sampai tujuan?)
Dengan menyusun test, mengevaluasi formatif, dan mengevaluasi sumatif.
B. Model Bela H. Banathy
Dengan cara: merumuskan tujuan, mengembangakan tugas, menganalisis kegiatan belajar, mendesain sistem instruksional, melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil, dan mengadakan perbaikan.
C. Model Mengembangkan PPSI
Model ini adalah gabungan dari perencanaan pengajaran versi Performance Based Teacher Education (PBTE), perencanaan pengajaran sistematis, dan perencanaan pengajaran model Davis. Dan di Indonesia dikembangkan menjadi PPSI ( Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional). Model pengembangan instruksional PPSI ini memiliki 5 langkah yaitu : perumusan masalah, pengembangan alat evaluasi, kegiatan belajar, pengembangan program kegiatan, dan pelaksaan.
D. Model J.E. Kemp
Menurut Kemp pengembangan instruksional atau desain instruksional terdiri dari : menentukan tujuan instruksionalumum (TIU), menganalisis karakteristik siswa, menenetukan tujuan instruksional khusus (TIK),menentukan materi pelajaran, menetapkan penjagaan awal, menentukan strategi belajar mengajar, mengkoordinir sarana penunjang, mengadakan evaluasi.
E. Model Gerlack dan Ely
Menurut Gerlack dan Ely ada beberapa langkah dalam mengembangkan instruksional, terdiri dari : merumuskan instruksional, menentukan isi materi pelajaran yang telah disesuaikan dengan TIK, menentukan kemampuan awal peserta didik dengan melakukan pretes, mengemukakan teknik dan strategi, pengelompokan belajar, menentukan media instruksional yang sesuai, menentukan ruang, memilih media instruksional yang sesuai, mengevaluasi hasil belajar, menganalisis umpan balik.
F. Model IDI ( Instructional Development Institute)
Ada tiga tahapan besar pendekatan sistem, yaitu pembatasan (define), pengembangan (develop), dan evaluasi (evaluate).
DESAIN-DESAIN INTRUKSIONAL
Desain interaksional tersusun dari dua kata yaitu “ desain” dan instruksional, desain atau pola rencana pendahuluan. Sedangkan instruksional berarti pengajaran. Desain intruksional adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar serta pengembangan teknik mengajar dan materi pengajarannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut termasuk di dalamnya paket pelajaran kegiatan uji coba, revisi dan kegiatan mengevaluasi hasil belajar.
Desai instruksional atau pembelajaran adalah membantu seseoarang untuk belajar, dan merupakan sistem. Menurut Briggs, sistem adalah rencana kerja yang terpadu dari semua komponen sistem yang dirancang untuk memecahkan suatu masalah/memenuhi kebutuhan tertentu. Sebuah sistem mempunyai ciri-ciri :
1. mempunyai tujuan
2. tujuan tersebut dapat dijabarkan ke dalam fungsi-fungsi
3. mempunyai komponen untuk menjalankan fungsi tersebut
4. sistem di kelilingi oleh sistem yang lain (tidak berdiri sendiri)
5. sistem selalu menjalankan proses informasi
6. komponen sistem saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain
7. sistem mempunyai mekanisme umpan balik
8. sistem bersifat relatif, sebab bergantung kepada situasi/lingkungan
A. Model Pengembangan Instruksional Briggs
Model pengembangan instruksional Briggs ini berdasarkan pada prinsip keselarasan anatar :
1) Tujuan yang akan dicapai (mau kemana?)
Dalam langkah ini Briggs menggunakan pendekatan bertahap yaitu: mengidentifikasi tujuan kurikulum secara umum dan luas, menentukan prioritas tujuan, mengidentifikasi kebutuhan kurikulum baru dan menentukan prioritas remidialnya.
2) Strategi untuk mencapainya (dengan apa?)
Dengan cara menyiapkan evaluasi hasil belajar, menentukan jenjang belajar dan strategi instruksional, rancangan instruksional (guru), dan dengan strategi instruksional.
3) Evaluasi keberhasilannya (bilamana sampai tujuan?)
Dengan menyusun test, mengevaluasi formatif, dan mengevaluasi sumatif.
B. Model Bela H. Banathy
Dengan cara: merumuskan tujuan, mengembangakan tugas, menganalisis kegiatan belajar, mendesain sistem instruksional, melaksanakan kegiatan dan mengetes hasil, dan mengadakan perbaikan.
C. Model Mengembangkan PPSI
Model ini adalah gabungan dari perencanaan pengajaran versi Performance Based Teacher Education (PBTE), perencanaan pengajaran sistematis, dan perencanaan pengajaran model Davis. Dan di Indonesia dikembangkan menjadi PPSI ( Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional). Model pengembangan instruksional PPSI ini memiliki 5 langkah yaitu : perumusan masalah, pengembangan alat evaluasi, kegiatan belajar, pengembangan program kegiatan, dan pelaksaan.
D. Model J.E. Kemp
Menurut Kemp pengembangan instruksional atau desain instruksional terdiri dari : menentukan tujuan instruksionalumum (TIU), menganalisis karakteristik siswa, menenetukan tujuan instruksional khusus (TIK),menentukan materi pelajaran, menetapkan penjagaan awal, menentukan strategi belajar mengajar, mengkoordinir sarana penunjang, mengadakan evaluasi.
E. Model Gerlack dan Ely
Menurut Gerlack dan Ely ada beberapa langkah dalam mengembangkan instruksional, terdiri dari : merumuskan instruksional, menentukan isi materi pelajaran yang telah disesuaikan dengan TIK, menentukan kemampuan awal peserta didik dengan melakukan pretes, mengemukakan teknik dan strategi, pengelompokan belajar, menentukan media instruksional yang sesuai, menentukan ruang, memilih media instruksional yang sesuai, mengevaluasi hasil belajar, menganalisis umpan balik.
F. Model IDI ( Instructional Development Institute)
Ada tiga tahapan besar pendekatan sistem, yaitu pembatasan (define), pengembangan (develop), dan evaluasi (evaluate).
BAB III
BAB III
TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM FUNGSI PROSES PEMBELAJARAN
Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan IPTEK membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional, karena cara ini tidak susuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Dengan adanya alat-alat teknologi, diharapkan mampu untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan dan dapat membantu siswa untuk belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien. akan tetapi guru tetap berperan dalam proses pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan sangat diperlukan dalam rangka kegiatan mengajar. Tujuan dari pendidikan yang efektif dan efisien akan tercapai dengan adanya teknologi pendidikan tersebut. Upaya yang dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat adalah dengan jalan memanfaatkan teknologi pendidikan atau mengelola pendidikan, khususnya proses belajar melalui pendekatan teknologi. Disamping itu teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya.
A. Media Pendidikan dan Proses Pembelajaran
Belajar adalah suatu proses yang kom[leks yang terjadi pada orang yang berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga liang lahat. Tanda seseorang yang telah belajar sesuai adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tersebut hendaknya terjadi sebagai akibat interaksinya dengan lingkungannya, bukan karena pertumbuhan fisik/kedewasaan, penyakit ataupun pengaruh obat-obatan. Perubahan itu harus bersifat relatif permanen, tahan lama dan menetap, tidak berlangsung sesaat saja.
Kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar seara umu adalah:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra
3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasa dapat mengatasi sikap pasif anak didik.
4. Dengan sifat yang unik pada setiap anak didik ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangakan kurikulum dan meteri pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru terkadang akan mengalami kesulitan dalam penyampaiaan, maka dengan adanya teknologi pendidikan masalah ini dapat diatasi dengan menimbulkan persepsi yang sama.
B. Alat-alat dalam Teknologi Pendidikan
Dalam rangka kegiatan pendidikan ada beberapa media yang dipergunakan, mulai yang sederhana sampai pada yang canggih. Alat tersebut siantaranya:
1. Papan tulis
2. Bulletin Board dan Display: digunakan untuk memperlihatkan pekerjaan siswa, disamping itu alat ini dapat digunakan sebagai tempat pengumuman kelas, merangasang inisiatif kreativitas, menambah kecakapan artistik, dll.
3. Gambar dan Ilustrasi Photography; gambar ini bersifat konkret, tidak terbatas pada ruang dan waktu.
4. Film
5. Slide dan Film Stripe
6. Rekama Pendidikan
7. Radio [endidikan
8. Televisi Pendidikan
9. Peta dan Globe
10. Buku pelajaran
11. Overhead Projector
12. Tape recorder
13. dll
TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM FUNGSI PROSES PEMBELAJARAN
Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan IPTEK membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan pola tradisional, karena cara ini tidak susuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Dengan adanya alat-alat teknologi, diharapkan mampu untuk mengatasi berbagai masalah pendidikan dan dapat membantu siswa untuk belajar secara individual dengan lebih efektif dan efisien. akan tetapi guru tetap berperan dalam proses pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan sangat diperlukan dalam rangka kegiatan mengajar. Tujuan dari pendidikan yang efektif dan efisien akan tercapai dengan adanya teknologi pendidikan tersebut. Upaya yang dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat adalah dengan jalan memanfaatkan teknologi pendidikan atau mengelola pendidikan, khususnya proses belajar melalui pendekatan teknologi. Disamping itu teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya.
A. Media Pendidikan dan Proses Pembelajaran
Belajar adalah suatu proses yang kom[leks yang terjadi pada orang yang berlangsung seumur hidup, sejak dia masih bayi hingga liang lahat. Tanda seseorang yang telah belajar sesuai adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tersebut hendaknya terjadi sebagai akibat interaksinya dengan lingkungannya, bukan karena pertumbuhan fisik/kedewasaan, penyakit ataupun pengaruh obat-obatan. Perubahan itu harus bersifat relatif permanen, tahan lama dan menetap, tidak berlangsung sesaat saja.
Kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar seara umu adalah:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra
3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasa dapat mengatasi sikap pasif anak didik.
4. Dengan sifat yang unik pada setiap anak didik ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangakan kurikulum dan meteri pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru terkadang akan mengalami kesulitan dalam penyampaiaan, maka dengan adanya teknologi pendidikan masalah ini dapat diatasi dengan menimbulkan persepsi yang sama.
B. Alat-alat dalam Teknologi Pendidikan
Dalam rangka kegiatan pendidikan ada beberapa media yang dipergunakan, mulai yang sederhana sampai pada yang canggih. Alat tersebut siantaranya:
1. Papan tulis
2. Bulletin Board dan Display: digunakan untuk memperlihatkan pekerjaan siswa, disamping itu alat ini dapat digunakan sebagai tempat pengumuman kelas, merangasang inisiatif kreativitas, menambah kecakapan artistik, dll.
3. Gambar dan Ilustrasi Photography; gambar ini bersifat konkret, tidak terbatas pada ruang dan waktu.
4. Film
5. Slide dan Film Stripe
6. Rekama Pendidikan
7. Radio [endidikan
8. Televisi Pendidikan
9. Peta dan Globe
10. Buku pelajaran
11. Overhead Projector
12. Tape recorder
13. dll
BAB II
Menurut Association for Educational Communication and Technology (AECT) teknologi pendidikan adalah sebagai proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. Lain lagi dangan teknologi pembelajaran/instruksional. Pendidikan lebih luas dibandingin dengan teknologi pembelajaran. Jadi perbedaanya teknologi pendidikan merupakan teori maka teknologi instruksional lebih pada pengembangan teori teknologi pendidikan pada ranah aplikasi dan implementasinya.
A.Pendidikan dalam perspektif teknologi
terkadang orang mngungkapkan bahwa sekolah merupakan unit dalam lembaga pendidikan yang di dalamnya sering terjadi permasalahan
diharapkan semua pihak menjadi subjek dalam pendidikan dengan adanya dialogis partisipatoris atau dengan menggunakan teori take and given.
B. Teori Pembelajaran
1.Psikologi Behaviorisme :Teori ini hanya mengedapankan tingkah laku sebagai indikator dalam belajar, sehingga timbullah penolakan dan muncul , yaitu cognitifisme
2.Psikologi Cognitifisme :Tokohnya seperti J. Bruner, dalam teori ini ranah kognitif lebih merupakan faktor penggerak utama seseorang melakukan kegiatan belajar.
3.Psikologi Humanisme :bahwa setiap individu mmeliki kebasan untuk bertindak atau memilih nasib hidupnya sendiri dengan mempertanggung jawabkan atas tindakannya.
D. Proses Belajar
Dalam proses pembelajaran pada dasarnya mengajarkan siswanya agar pandai yang sesuai dengan kemampuan intelektual yang dimilikinya. Sistem pembelajaran seharusnya pendidik mengetahui potensi dan kelemahan yang dimiliki peserta didiknya, maka dari sinilah konsepsi pendidikan yang membebaskan mejdi pilihan guru dan sisiwanya.
Pendidikan yang membebaskan adalah dengan situasi dimana guru dan siswa sama-sama belajar yang menjadi subjek dari pendidikan, sehingga proses belajar seperti ini bisa berlangsung secara optimal dengan melibatkan semua komponen dan perangkatnya. Proses belajar lebih mementingkan output yang dipaksakan dan juga bukan mengejar nilai. Tetapi yang lebih diutamakan adalah guru mampu mempersiapkan peserta didiknya sebagai individu yang bertanggung jawab dan mandiri.
E. Quantum Learning
Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalampekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Menurut Rita Dunn yang mempengaruhi gaya belajar ada beberapa faktor seperti emosional, sosiologis, dan lingkungan. Secara umum kategori penting dalam gaya belajar adalah bagaimana kita mendapatkan pengetahuan dan bagaimana kita mengolahnya setelah mendapatkan pengetahuan tersebut. Sehingga tiap individu mampu mengetahui gaya belajar yang sesuai dengan dirinya untu mengembangkan kualitas dalam dirinya.
Menurut Michael Grinder setidaknya ada tiga gaya belajar dengan melalui penglihatan (visual), pendengaran (auditorial), maupun bergerak (kinestetik). Sedangkan bagi guru itu sendiri sebelum proses belajar mengajar harus mempersiapkan metode, pendekatan, maupun materi yang akan disampaikan. Namun dari kesemuanya itu yang terpenting adalah bagaimana guru bisa berinteraksi secara optimal dengan siswanya sehingga pesan dari pendidikan itu bisa diserap dan dipahami oleh peserta didiknya.
A.Pendidikan dalam perspektif teknologi
terkadang orang mngungkapkan bahwa sekolah merupakan unit dalam lembaga pendidikan yang di dalamnya sering terjadi permasalahan
diharapkan semua pihak menjadi subjek dalam pendidikan dengan adanya dialogis partisipatoris atau dengan menggunakan teori take and given.
B. Teori Pembelajaran
1.Psikologi Behaviorisme :Teori ini hanya mengedapankan tingkah laku sebagai indikator dalam belajar, sehingga timbullah penolakan dan muncul , yaitu cognitifisme
2.Psikologi Cognitifisme :Tokohnya seperti J. Bruner, dalam teori ini ranah kognitif lebih merupakan faktor penggerak utama seseorang melakukan kegiatan belajar.
3.Psikologi Humanisme :bahwa setiap individu mmeliki kebasan untuk bertindak atau memilih nasib hidupnya sendiri dengan mempertanggung jawabkan atas tindakannya.
D. Proses Belajar
Dalam proses pembelajaran pada dasarnya mengajarkan siswanya agar pandai yang sesuai dengan kemampuan intelektual yang dimilikinya. Sistem pembelajaran seharusnya pendidik mengetahui potensi dan kelemahan yang dimiliki peserta didiknya, maka dari sinilah konsepsi pendidikan yang membebaskan mejdi pilihan guru dan sisiwanya.
Pendidikan yang membebaskan adalah dengan situasi dimana guru dan siswa sama-sama belajar yang menjadi subjek dari pendidikan, sehingga proses belajar seperti ini bisa berlangsung secara optimal dengan melibatkan semua komponen dan perangkatnya. Proses belajar lebih mementingkan output yang dipaksakan dan juga bukan mengejar nilai. Tetapi yang lebih diutamakan adalah guru mampu mempersiapkan peserta didiknya sebagai individu yang bertanggung jawab dan mandiri.
E. Quantum Learning
Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalampekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Menurut Rita Dunn yang mempengaruhi gaya belajar ada beberapa faktor seperti emosional, sosiologis, dan lingkungan. Secara umum kategori penting dalam gaya belajar adalah bagaimana kita mendapatkan pengetahuan dan bagaimana kita mengolahnya setelah mendapatkan pengetahuan tersebut. Sehingga tiap individu mampu mengetahui gaya belajar yang sesuai dengan dirinya untu mengembangkan kualitas dalam dirinya.
Menurut Michael Grinder setidaknya ada tiga gaya belajar dengan melalui penglihatan (visual), pendengaran (auditorial), maupun bergerak (kinestetik). Sedangkan bagi guru itu sendiri sebelum proses belajar mengajar harus mempersiapkan metode, pendekatan, maupun materi yang akan disampaikan. Namun dari kesemuanya itu yang terpenting adalah bagaimana guru bisa berinteraksi secara optimal dengan siswanya sehingga pesan dari pendidikan itu bisa diserap dan dipahami oleh peserta didiknya.
"TEKNOLOGI PENDIDIKAN" Oleh Drs. Fatah Syukur NC, M.Ag
BAB I
A.Pengertian Teknologi Pendidikan
Istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu technie berarti seni, keahlian, atau sains sedangkan logos berarti ilmu. Jadi teknologi pendidikan dalam arti sempit bisa merupakan media pendidikan, yaitu hasil teknologi sebagai alat bantu dalam pendidikan. dalam arti luas merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Jadi dari pengertian teknologi pendidikan di atas maka dapat diartikan bahwa ruang lingkupnya sangat luas yang mencakup semua faktor yaitu orang, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi.
B.Peran Teknologi Komunikasi Dalam Pendidikan
Komunikasi dapat diartikan menjadi empat, antara lain:
1. Penerapan praktis
2. Prinsip dan penemuan ilmu komunikasi
3. Efisien dan efektif
4. Proses pendidikan
C. Media dan Psikologi Belajar
Menurut pandangan tradisional, belajar itu adalah usaha memperoleh pengetahuan hanya dapat diperoleh
D.Ada beberapa hambatan dalam proses penyampaian informasi, antara lain:
1. Hambatan psikologis
2. Hambatan fisik
3. Hambatan kultural
4. Hambatan lingkungan
A.Pengertian Teknologi Pendidikan
Istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu technie berarti seni, keahlian, atau sains sedangkan logos berarti ilmu. Jadi teknologi pendidikan dalam arti sempit bisa merupakan media pendidikan, yaitu hasil teknologi sebagai alat bantu dalam pendidikan. dalam arti luas merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Jadi dari pengertian teknologi pendidikan di atas maka dapat diartikan bahwa ruang lingkupnya sangat luas yang mencakup semua faktor yaitu orang, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi.
B.Peran Teknologi Komunikasi Dalam Pendidikan
Komunikasi dapat diartikan menjadi empat, antara lain:
1. Penerapan praktis
2. Prinsip dan penemuan ilmu komunikasi
3. Efisien dan efektif
4. Proses pendidikan
C. Media dan Psikologi Belajar
Menurut pandangan tradisional, belajar itu adalah usaha memperoleh pengetahuan hanya dapat diperoleh
D.Ada beberapa hambatan dalam proses penyampaian informasi, antara lain:
1. Hambatan psikologis
2. Hambatan fisik
3. Hambatan kultural
4. Hambatan lingkungan
Langganan:
Postingan (Atom)