Menurut Association for Educational Communication and Technology (AECT) teknologi pendidikan adalah sebagai proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. Lain lagi dangan teknologi pembelajaran/instruksional. Pendidikan lebih luas dibandingin dengan teknologi pembelajaran. Jadi perbedaanya teknologi pendidikan merupakan teori maka teknologi instruksional lebih pada pengembangan teori teknologi pendidikan pada ranah aplikasi dan implementasinya.
A.Pendidikan dalam perspektif teknologi
terkadang orang mngungkapkan bahwa sekolah merupakan unit dalam lembaga pendidikan yang di dalamnya sering terjadi permasalahan
diharapkan semua pihak menjadi subjek dalam pendidikan dengan adanya dialogis partisipatoris atau dengan menggunakan teori take and given.
B. Teori Pembelajaran
1.Psikologi Behaviorisme :Teori ini hanya mengedapankan tingkah laku sebagai indikator dalam belajar, sehingga timbullah penolakan dan muncul , yaitu cognitifisme
2.Psikologi Cognitifisme :Tokohnya seperti J. Bruner, dalam teori ini ranah kognitif lebih merupakan faktor penggerak utama seseorang melakukan kegiatan belajar.
3.Psikologi Humanisme :bahwa setiap individu mmeliki kebasan untuk bertindak atau memilih nasib hidupnya sendiri dengan mempertanggung jawabkan atas tindakannya.
D. Proses Belajar
Dalam proses pembelajaran pada dasarnya mengajarkan siswanya agar pandai yang sesuai dengan kemampuan intelektual yang dimilikinya. Sistem pembelajaran seharusnya pendidik mengetahui potensi dan kelemahan yang dimiliki peserta didiknya, maka dari sinilah konsepsi pendidikan yang membebaskan mejdi pilihan guru dan sisiwanya.
Pendidikan yang membebaskan adalah dengan situasi dimana guru dan siswa sama-sama belajar yang menjadi subjek dari pendidikan, sehingga proses belajar seperti ini bisa berlangsung secara optimal dengan melibatkan semua komponen dan perangkatnya. Proses belajar lebih mementingkan output yang dipaksakan dan juga bukan mengejar nilai. Tetapi yang lebih diutamakan adalah guru mampu mempersiapkan peserta didiknya sebagai individu yang bertanggung jawab dan mandiri.
E. Quantum Learning
Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan kinerja dalampekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi-situasi antar pribadi. Menurut Rita Dunn yang mempengaruhi gaya belajar ada beberapa faktor seperti emosional, sosiologis, dan lingkungan. Secara umum kategori penting dalam gaya belajar adalah bagaimana kita mendapatkan pengetahuan dan bagaimana kita mengolahnya setelah mendapatkan pengetahuan tersebut. Sehingga tiap individu mampu mengetahui gaya belajar yang sesuai dengan dirinya untu mengembangkan kualitas dalam dirinya.
Menurut Michael Grinder setidaknya ada tiga gaya belajar dengan melalui penglihatan (visual), pendengaran (auditorial), maupun bergerak (kinestetik). Sedangkan bagi guru itu sendiri sebelum proses belajar mengajar harus mempersiapkan metode, pendekatan, maupun materi yang akan disampaikan. Namun dari kesemuanya itu yang terpenting adalah bagaimana guru bisa berinteraksi secara optimal dengan siswanya sehingga pesan dari pendidikan itu bisa diserap dan dipahami oleh peserta didiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar